Kebun Buah–Hutan Pinus–Tebing Watu Lawang ~ Mangunan

@yuanifresh

Ahad pagi, dipenghujung bulan Juli 2016

Berangkat dari rumah [di Sedayu] pada pukul 05.00 pagi, kami berdua memulai perjalanan untuk menyusuri desa wisata Mangunan. Tujuan utama kami sebenarnya adalah Kebun Buah Mangunan [mengejar sunrise], kemudian ke Hutan Pinus, setelah itu pulang. Dalam perjalanan ke Kebun Buah Mangunan, beberapa kali saya membaca petunjuk arah Watu Lawang. Tapi, ya, sekedar dibaca saja. Karena Watu Lawang memang bukan tujuan dari perjalanan kami.

Di Kebun Buah Mangunan sudah ramai sekali, padahal belum ada jam 6 pagi. Terus terang saya tidak menyangka, kalau pengunjungnya akan sebanyak itu. Lebih kurangnya 1 jam , kami berada di sana. Duduk-duduk menikmati awan berarak yang datang silih berganti, juga semilirnya angin pagi yang terasa menyegarkan. Sayangnya banyak polusi yang berupa asap rokok. Baik rokok batangan maupun rokok elektrik. šŸ˜¦ Sudah begitu saya tidak mendapatkan apa yang dikejar. Sunrise tetap ada, tapi tertutup mendung. Bahkan kami sempat merasakan hujan rintik-rintik, meski sebentar saja.

@yuanifresh

Setelah agak puas menikmati view di Gardu Pandang, kami kemudianĀ melanjutkan perjalanan. Jarak Kebun Buah Mangunan dengan hutan Pinus lebih kurang 2km saja. Naik motor cukup 5 menit. Eman kalau tidak sekalian. Masih saya ingat, pertama kali ke hutan pinus beberapa tahun lalu, itupun tidak sengaja alias kesasar. Rombongan kami salah ambil belokan, yang harusnya sebelum kecamatan Imogiri belok kanan, tapi kami lurus. Walhasil, ya, salah jalan. Meski begitu, kami tidak menyesal. Lain halnya dengan hari Ahad kemarin, kami berdua memang menyengaja mengunjungi Hutan Pinus. Sungguh tak menyangka, banyak sekali perubahan yang terjadi. Dulu, ketika saya kesana, Hutan Pinus belum dikelola sama sekali. Sekarang, sudah berdiri warung-warung makan, tempat parkir yang cukup luas, juga banyaknya booth photo-photo. Ya…untuk menarik para pengunjung. Ada yang seperti taman, ada tonggak kayu, kursi-kursi dari batang kayu, ayunan, hingga semacam gardu pandang.

@yuanifresh

Pengunjung di Hutan Pinus, tidak kalah ramai dengan yang di Kebun Buah Mangunan. Bisa jadi karena hari libur, juga berbarengan dengan syawalan sebuah sekolah. Di Hutan Pinus, kami berdua tidaklah lama, setelah lelah tertawa karena tidak berhasil mengabadikan photo ketika lompat, dan masih ada beberapa agenda yang akan kami lakukan, akhirnya kami memutuskan pulang. Padahal saya maunya jam 9an saja pulangnya. Tapi karena Mas ndak mau, ya sudahlah ya..

Nah! Diperjalanan turun inilah, ketika melewati petunjuk arah Watu Lawang, saya menepuk bahu Mas. Saya ajak untuk mampir sebentar, toh cuma 1km saja dari jalan raya. Dan memang betul, lokasinya dekat. Banyak papan petunjuk arah untuk mencapainya. Dengan membayar parkir 2.000, dan retribusi masih seikhlasnya, kami bisa menikmati pemandangan di seberang sana yang kehijauan.

@yuanifresh

Watu Lawang, menurut mas-mas pengelola, di launching belum begitu lama, baru lebaran hari ke-3 kemarin. Jadi, betul-betul masih gress!!. Kenapa di sebut Watu Lawang? Itu karena keberadaan batu di sebuah tebing, yang berbentuk seperti pintu. Akses menuju ke batunya belum dibuka untuk umum. Masih sebatas pengelola saja yang boleh, karena memang sedang dalam proses pembenahan. Banyak spot photo-photo yang bisa dimanfaatkan. Jembatan kayu, ayunan akar, ayunan dari tambang, dll.

@yuanifresh

Fasilitas-fasilitas pun mulai disediakan. MCK darurat [dari terpal], tangga, juga sewa motor. Untuk yang mau sewa motor, cukup menyediakan uang 5.000 saja. Untuk kalian yang sudah capai [malas berjalan kaki], dan berani. Bagaimana ndak dikatakan berani, kalau medannya saja turunan curam. Saya saja lebih memilih berjalan kaki, bukan karena sayang uangnya, tapi takut sama medannya. ;D Oia! Ada beberapa warung yang menyediakan jajanan dan minuman. Jadi jangan takut akan kelaparan.

@yuanifresh

Saya juga baru memperhatikan, bahwa di beberapa tempat yang saya kunjungi kemarin, berulang kali dituliskan SAPTA PESONA yang berisi tujuh kata yakni: aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan. Sebuah kondisi yang hendaknya diwujudkan secara bersama-sama untuk mensukseskan dunia wisata di Bantul, Jogja, dan juga Indonesia.

#SaptaPesona #HutanPinusImogiri #KebunBuahMangunan #WatuLawang #VisitJogja #VisitBantul

Advertisements