Zaman dahulu kala~~
Paus itu hidup di darat. Dia mempunyai kaki, seperti Kudanil, Sapi, dsb.

Suatu hari Kudanil bercerita kepada Sapi dan Paus, bahwa ayahnya pernah berkata, kalau diseberang sana ada lautan. Adakah yang mau ikut dengannya melihat laut? Sapi ndak mau ikut. Yang tertarik untuk melihat lautan adalah Paus.

Dengan berjalan kaki, mereka berdua mendaki gunung, hingga sampailah di padang pasir yang sangat panas.

Di padang pasir mereka menemukan oase. Kudanil memilih untuk berenang-renang dan tinggal di Oase. Baginya lautan tak lagi menarik. Lain halnya dengan Paus, yang masih penasaran dan memilih untuk melanjutkan perjalanan.

Paus kembali mendaki gunung, melewati lembah, mendaki gunung lagi, melewati lembah lagi, hingga akhirnya di gunung yang terakhir, tampaklah air laut yang kebiruan.

Paus terjun ke laut, dan berkata “Laut, bolehkah aku memelukmu?”. Laut menyambut Paus dengan menggerakan ombaknya. Hangatnya pelukan Laut, sehangat pelukan seorang ibu. Kemudian kaki-kaki Paus berubah menjadi sirip, dan badannya pun berubah menjadi halus dan indah.

#PapepopoRainbow

View on Path

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s