Tak Jua Terlelap


Ketika malam telah berlalu
Beranjak menuju pagi yang sepi
Raga yang terasa lelah, tetapi mata tak kunjung terpejam
Resah hati merajai, mengusir serbuk mimpi

Ada aku di sini…
Menantimu dalam gulita malam
Berteman dengan resah, gelisah, dan juga gundah

Aku bukanlah bait-bait cinta yang sedang merekah
Aku bukanlah syair-syair lagu yang mengalun sendu
Aku hanyalah sekuntum bunga yang hendak mekar diwaktu pagi
Jadi..bersabarlah..kita hanya perlu menunggu pagi
Bersama sang mentari, semua kuserahkan kepadamu
Utuh…tak bertepi…

*edisi ndak bisa tidur…apa iya karena kopi? Sepertinya bukan 😦
Biasanya pun meski minum kopi, kalau waktunya ngantuk ya ngantuk aja. Pengen tidur ya tidur. Ndak gitu berpengaruh.
So? Entahlah…*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s