Jodoh


Bagi beberapa orang, berbicara tentang “JODOH” adalah perkara yang teramat sangat sensitif. Sesensitif apakah? Hmm..bisa jadi seperti ulat bulu, yang kalau kita menyentuhnya baik sengaja maupun tidak, akan mengakibatkan gatal-gatal.

Padahal, ya, kalau kata salah satu teman saya, yang menjadikan gatal itu karena sudah merasakan ketakutan terlebih dulu, sehingga menyebabkan pori-pori kulit terbuka, dan berakhir dengan gatal-gatal. Ini saya hanya sekedar mengutip, apa yang pernah saya dengar dari teman saya. Perkara ilmiah atau tidaknya, mari, bisa kita cari tahu bersama.

Lah!! Kenapa malah membicarakan ulat bulu? Bukankah tadi membicarakan perkara sensitif yang bernama JODOH?? Hmmm…

Jodoh itu apa? Menurut KBBI web, jodoh adalah orang yang cocok menjadi suami atau istri; pasangan hidup; imbangan. Bisa juga berarti cocok, maupun tepat. Jadi perkara jodoh tidak melulu, hubungan personal antara laki-laki dan perempuan, tapi ada arti lain yang lebih luas. Misalnya: Kita bekerja di tempat yang sesuai dengan diri kita, nah, ini bisa disebut jodoh. Membeli sepatu atau sandal, yang memang sesuai dengan keinginan kita, baik dari segi warna, model, ukuran maupun harga. *menye-menye syekali contohnya* 😅 Dan masih banyak contoh-contoh lainnya. Anda bisa mencarinya sendiri.

Beberapa waktu yang lalu, salah seorang penulis di Indonesia, meluncurkan karya terbarunya, yang berjudul “JODOH”. Sebuah sajian cerita yang membuat saya kembali mengeja masa lalu. Setting waktu yang tidak jauh berbeda dengan saya, pada akhirnya menimbulkan banyak pertanyaan. Seperti itu kah saya dulu? Hmm..saya rasa tidak. Meski di beberapa bagian, saya terpaksa setuju. 😁

Buku itu berjodoh dengan saya pada akhirnya. Karena, setelah berulang kali ke Togamas Suroto si Jodoh pindah juga, mengisi kekosongan rak bukan hati saya. 🙊🙈

Sejujurnya si Jodoh belumlah selesai saya baca. Hanya saja, sekarang, saya ingin menulis tentangnya. Ada beberapa hal yang membuat saya teringat akan sebuah nasehat. Bahwasanya jatuh cinta itu, ya, bolah-boleh saja. Itu sebuah hal yang lumrah, fitrah. Hanya saja, yang perlu jadi perhatian adalah bagaimana cara kita mengekspresikan rasa jatuh cinta tersebut. Bagi saya, perkara ekspresi ini yang sulit. Bahkan dibukupun disebutkan, jamaknya ekspresi yang ada seperti apa. Padahal ada rambu-rambu yang jelas juga, yang harus kita patuhi. *Hahh!! Ngomong apa saya ini* 😥😪

Yang jelas…efek samping dari membaca si Jodoh adalah KSBB. Opo ikuuu? Kelingan sik biyen-biyen 😂😆
Jaman SD seperti apa, SMP seperti apa. Yang lainnya? Hmmm..tunggu sampai selesai membaca dulu kali yaa.. :mrgreen:😄

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s